News

Our combine authentic recipes with precision and modern cooking to present an artistic dining experience that you will always remember

Post : 29 May 2015

Tradisi Jepang Yang Sangat Unik

Yuk mengenal beberapa tradisi super unik dari Jepang. Negara indah ini memiliki beragama jenis tradisi, pulahan bahkan ratusan yang berbeda-beda di setiap pulaunya. Mulai dari upacara keagamaan, perayaan, pakaian, bahkan gaya hidup. Tradisi-tradisi dari nenek moyang pun masih dijaga dan dilestarikan yang bertujuan untuk memperoleh berkah dan kehidupan yang lebih baik. Disisi lain tradisi-tradisi tetap dipertahankan untuk nilai kesopanan, agama atau bahkan takhayul.

Berikut ini merupakan beberapa tradisi yang paling populer di Jepang. 


Yamayaki

Mungkin ini adalah satu-satunya festival yang menakjubkan di dunia, karena dalam festival ini gunung akan dibakar. Wakakusa Yamayaki berasal dari nama gunung Wakakusa, yama = Gunung, yaki = bakar yang memiliki arti “Gunung Wakakusa yang dibakar”. Awal dari terbentuknya festival ini adalah dari sebuah pertikaian sengit mengenai sengketa perbatasan tanah antara dua Kuil yaitu Kofuku-ji danTodai-ji. Pertikaian itu berlangsung hingga tepatnya pada tahun 1760, lalu kemudian ada seseorang yang membakar tanah sengketa tersebut dan akhirnya terjadilah pembakaran gunung pada waktu itu.

Setelah insiden tersebut masyarakat sekitar di Nara dan kumpulan pendeta Todaiji, Kofukuji maupun kuil Kasuga memperingatinya dengan mengadakanWakakusa Yamayaki Matsuri. Tentu saja yang dibakar kali ini bukanlah gunungnya, akan tetapi rumput kering yang dikumpulkan di tempat sengketa tanah tersebut lalu dibakar dalam waktu yang bersamaan. Festival ini diadakan pada setiap tanggal 24 Januari pada tiap tahunnya, namun sewaktu-waktu dapat ditunda jika terjadi hujan. Agar menarik wisatawan lokal maupun luar negeri, masyarakat Nara juga mempersembahkan kembang api yang disulut bersamaan dengan pembakaran gunung wakakusa. Pembakaran akan dilakukan sekitar pukul 18:00, hampir semua wilayah Nara dapat melihat festival ini, namun ada spot yang paling bagus untuk melihat pemandangan matsuri ini, yaitu tepat dari Kaki Gunung Wakakusa.


Mamemaki

Setsubun adalah hari libur Jepang yang dirayakan pada malam sebelum musim semi menurut kalender lunar Jepang. Secara tradisional pada hari ini dipercaya bahwa dunia roh datang dekat dengan dunia kita dan setan cenderung muncul. Pada Setsubun, orang tua di seluruh Jepang memakai masker oni dan mencoba untuk menakut-nakuti anak-anak mereka. Anak-anak pada gilirannya melemparkan kedelai kering untuk menakut-nakuti setan pergi.


Ehomaki

Ehomaki adalah tradisi Setsubun yaitu memakan seluruh sushi sambil menghadap kearah yang dipercaya memiliki keberuntungan. Awalnya tradisi ini hanya ada di Osaka, tetapi akhirnya menyebar secara nasional dalam beberapa tahun terakhir untuk pemasaran toko-toko di Jepang. Makan ehomaki merupakan kegiatan yang menguntungkan yang dilakukan dalam kesabaran.


Toro Nagashi

Toro Nagashi merupakan tradisi Jepang yaitu menghayutkan lentera yang akan mengambang di sungai, upacara yang mewakili perjalanan jiwa ke alam baka. Upacara Toro Nagashi juga diadakan untuk memperingati peristiwa tragis seperti Bom Atom Hiroshima.


Summer Yukata

Yukata adalah kimono yang murah, dan biasanya digunakan oleh para gadis saat musim panas.


Irashaimase!

Irasshaimase adalah cara tradisional untuk menyambut pelanggan di Jepang yang berarti”silakan datang.” Diucapkan oleh staf di Jepang ketika mereka pertama kali melihat pelanggan. Sebagai pelanggan, kalian tidak harus menjawab sapaan ini.


Yuzu

Buah Yuzu biasanya ditempatkan di dalam kamar mandi setiap tanggal 21 Desember untuk memperingati titik balik musim dingin. Tradisi ini berasal lebih dari 200 tahun yang lalu, tetapi sejarawan tidak yakin bagaimana itu dimulai. Resort onsen dan ryokan menggunakannya sebagai ajang promosi untuk menarik pelanggan.


Hina Nagashi

Merupakan upacara tradisional Jepang dimana anak-anak akan membuang bonekanya ke laut. ini dipercaya untuk mengusir kesialan yang ada dalam diri anak tersebut. Namun, seiring berjalannya waktu, tradisi ini sudah sangat jarang dijumpai.


Koinobori

Festifal Koinobori,diadakan pada bulan Mei untuk memperingati Hari Anak (Children`s Day),yang jatuh tanggal 5 Mei.

Koinobori adalah sejenis layang-layang yang biasanya terbuat dari kain dengan berbagai warna corak lukisan dan ukuran.Kebanyakan Koinobori ini bermotifkan ikan.

Sesuai dengan namanya Koinobori,yang artinya “Ikan yang memanjat”



Jalan Jalan ke Negeri Sakura Peraturan Di Meja Makan